Selasa, 30 April 2013

In Their Skin

Sutradara: Jeremy Power Regimbal, 2012



Selma Blair aktris kelahiran tahun 1972 ini, saya baru mengenalnya lewat perannya sebagai Liz Sherman di film dwilogi Hellboy (2004 dan 2008). Setelah film itu nyaris tidak ada filmnya yang (setidaknya) layak untuk saya tonton. Di tahun 2012 lalu ternyata ada satu film yang dia perankan dengan genre horror-thriller. In Their Skin diproduksi oleh Sepia Films, ya dari nama produksinya saja setidaknya sudah bisa diperkirakan bagaimana bobot penceritaannya. Lalu, yang duduk di kursi sutradara ada nama Jeremy Power Regimbal, ini lagi malah saya belum pernah mendengar kiprahnya di dunia perfilman. Baiklah, saya kesampingkan dulu soal itu yang terpenting bagaimana hasil akhirnya nanti dan ada nama Selma Blair disini. Inilah alasan mengapa saya tertarik untuk mencoba menontonnya.

Garis besar In Their Skin mengingatkan saya pada film The Strangers (2008) milik Scott Speedman dan Liv Tyler yang disutradarai oleh Bryan Bertino. Orang- orang asing yang menganggu ketenangan satu keluarga. Lalu durasinya diisi penuh oleh niat jahat mereka dan pastinya membuat ketakutan si pemilik rumah. Untuk film ini Regimbal hanya membutuhkan 6 (enam) pemain utama saja untuk menjalankan proyek filmnya. Sepeninggal kematian putri kandungnya, Tess, si ibu Marie (Selma Blair) dirundung kesedihan amat mendalam. Mengetahui hal ini Mark (Joshua Close) sebagai suami mengajak istri dan Brendon (Quinn Lord) putra satu-satunya mencari ketenangan sejenak meninggalkan kota menuju satu pondok yang jauh dari keramaian. Tidak disangka, ketenangan keluarga Hughes mulai terusik atas kedatangan satu keluarga Sakowski, Bobby (James D'Arcy), Jane (Rachel Minner) dan putranya Jared (Alex Ferris) yang dimulai di pagi buta.

Pada paruh waktu 40 menit pertama In Their Skin memperlihatkan sedikit perbedaannya dengan film-film yang memiliki tema yang sama, dalam hal ini saya ambil contoh The Strangers. Perbedaan pertama dan sangat jelas adalah pada penambahan tokoh karakter anak yang diwakili oleh Brendon dan Jared entah secara kebetulan -ataukah memang disengaja- sama- sama bocah laki-laki. Letak perbedaan kedua ada di penyuguhan rasa kepanikan dan ketakutan tersebut dimulai. Benar- benar tidak kentara. Ya, meski saya sendiri sudah menebak ada yang tidak beres disana tetapi saya masih ada keraguan akan motif apa sebenarnya. Setelah paruh waktu 40 menit pertamanya, kisah ini yang sebenarnya saya harapkan lebih terjaga tetapi malah kendur dan mengecewakan. Terutama setelah saya mengetahui motif sebenarnya

Berhati- hatilah terhadap perkataan dan atau perilaku seseorang yang baru pertama kali kalian kenal apalagi orang tersebut mau tahu terlalu banyak tentang kehidupanmu, meski di awalnya terkesan manis. Kalau bepergian jauh sebaiknya carilah lokasi yang tidak jauh dari keramaian. Ya, seperti itulah 2 (dua) pesan yang coba saya tangkap. Tetapi, yang amat disayangkan kedua tema tadi gagal di-eksplorasi lebih dalam oleh tim film ini. In Their Skin terasa biasa- biasa saja tanpa klimaks yang sanggup membuat penontonnya ikut ketakutan. Oiya mengenai tampilan poster filmnya -yang juga saya pasang diatas- sebenarnya sudah 'berbicara'. Yang menjadi pertanyaan terakhir, apalagi yang mau dijanjikan dari drama keluarga bernuansa horror- thriller? Hanya bagus diawalnya. Kalau begini film ini saya katakan masih belum bisa mengalahkan The Strangers. Kalah jauh...       

2 komentar:

  1. Waah udah keluar ya ori-nya? haha kmrn2 sempet penasaran ntn film ini karena posternya creepy hehe nice review!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mas Fariz sy juga tertarik ntn film ini karena poster creep-nya itu tapi setelah ntn arrgghhh

      Hapus