Minggu, 27 Januari 2013

Silver Linings Playbook

Sutradara: David O. Russell, 2012


Sedikit mengingat kembali dan melihat apa saja yang sudah saya lewati, di setiap tahunnya nominasi film- film yang menjadi calon terkuat untuk merebut gelar "Film Terbaik" sudah pernah saya tonton walau tidak semuanya. Sepengetahuan saya hampir sebagian besar kisah atau cerita yang disajikan ke penonton lebih menekankan sisi kualitas ceritanya yang 'kuat' -dibandingkan dengan kualitas aksinya-sehingga dari sana talenta akting dari para pemainnya sangat dibutuhkan untuk lebih 'menghidupkan' kualitas cerita itu sendiri. American Beauty, A Beautiful Mind, Chicago, Crash, No Country for Old Men, Slumdog Millionaire, The King's Speech hingga terakhir The Artist. Itulah sebagian contoh film yang sudah berhasil meraih "Film Terbaik". Memang ada sedikit perkecualian misalnya untuk film The Lord of The Rings: The Return of the King, Gladiator, The Hurt Locker yang menambahkan adegan aksi. Tetapi, kalau sudah menonton film-film yang masuk nomimasi Oscar hampir susah untuk dilupakan bagaimana bagus ceritanya. Begitulah yang sudah saya alami ketika menonton Crash, Slumdog Millionaire, dan A Separation (berhasil meraih Film Berbahasa Asing Terbaik tahun lalu). Untuk menambah referensi film lainnya selain Argo dan Les Miserables yang sudah saya tonton dan sudah saya ulas di blog ini. Sebentar lagi saya mengulas Silver Linings Playbook yang juga merupakan salah satu nominasi "Film Terbaik" tahun ini.

Kamis, 24 Januari 2013

Flight

Sutradara: Robert Zemeckis, 2012


Film-film produksi Hollywood yang menceritakan seluk beluk perjalanan kisah di udara- pesawat terbang- sudah banyak yang memulainya. Ada film yang berjudul Turbulence (1997) yang menceritakan kepanikan dan malapetaka di udara dengan penambahan unsur teroris, dimana ditahun yang sama juga beredar film yang memiliki plot kisah pembajakan pesawat kepresidenan Air Force One. Kemudian ada lagi film Red Eye (2005) yang disutradarai oleh Wes Craven yang lebih memfokuskan kisahnya pada ancaman satu teroris terhadap satu korbannya didalam pesawat juga. Serangan pelbagai jenis ular berbisa yang dilakukan oleh teroris di dalam pesawat yang memakan banyak penumpang, Snake On A Plane (2006). Diluar bumbu teroris yang telah saya sebutkan tadi, ternyata ada juga film yang menceritakan sisi kepahlawanan atau yang lebih menjual adegan penuh aksi dan hiburan semata. Sebut saja Top Gun (1986), Iron Eagle (1986), Catch Me If You Can (2002). Dan, ditahun 2012 yang baru saja kita lewati ada satu film tentang pesawat terbang, Flight. Sebentar lagi saya akan mengulas benang merah kisahnya dan sekaligus mengetahui ke arah mana Flight akan berfokus.

Sabtu, 19 Januari 2013

Les Misérables

Sutradara: Tom Hooper, 2012


Sesuatu diluar yang dikenal umum biasanya menimbulkan pro dan kontra. Demikian pula berlaku pada film ini yang mana sedari awal kita sudah diberikan semacam peringatan kalau film ini bertema drama musikal yang diangkat dari novel karangan Victor Hugo tahun 1862 yang kemudian menjadi salah satu novel terlaris dijamannya, abad ke-19. Pada tahun- tahun belakangan ini film bertema drama musikal jarang dirilis jadi bagi penonton yang rindu akan film musikal pasti menyukainya (pihak pro) demikian pula sebaliknya bagi yang sama sekali belum terbiasa bahkan sudah anti dengan film musikal hampir dipastikan tidak menyukai film ini ( pihak kontra). Pertama kali ketika saya mengetahui film ini murni drama musikal, sudah tak ingin menontonnya apalagi di bioskop. Tetapi, ketika mengetahui bahwa film ini berhasil memenangkan penghargaan di ajang Golden Golden ke-70 yang baru saja digelar. Muncullah niat saya untuk menyaksikan bagaimana atau apa kekuatan dari film ini.

Jumat, 11 Januari 2013

Rust and Bone

Sutradara: Jacques Audiard, 2012


Kalau mau dihitung film- film yang bertema drama romantis jarang sekali saya tonton, bahkan pernah kejadian kalau saya menonton film yang bertema ini teman saya pasti memberi komentar. Contohnya film indonesia Habibie dan Ainun yang baru saya tonton akhir tahun lalu. Teman saya bilang begini " dungaren nonton film drama? gak salah. Ya, saya bilang saya bukan orang yang anti banget ama film drama." Oke, memang betul penilaian tersebut karena saya pribadi lebih menyukai film yang bertema action, sci-fi bahkan horror-thriller tentunya. Dan, diawal bulan pertama 2013 ini saya terusik untuk mencoba menonton film yang kebetulan bertema drama pula. Alasan mengapa saya menonton film ini karena dari sumber media cetak yang saya baca (Majalah Total Film Indonesia edisi 38) disana tertulis bahwa: film ini bukan jenis melodrama yang sudah ada dan film ini berhasil membuat pesan klise "apa yang tidak membunuh Anda membuat Anda lebih kuat" hidup kembali. Berangkat dari tulisan kalimat tersebut saya merasa tertantang untuk membuktikan apakah benar adanya.

Selasa, 08 Januari 2013

The Man With The Iron Fists

Sutradara: RZA, 2012


Apa jadinya jika film silat yang notabene kebanyakan dibuat oleh orang Asia, ya biasanya Hong Kong dan Taiwan tetapi khusus film ini, The Man With The Iron Fists semuanya dibuat pengecualian. Kenapa saya bilang pengecualian?. Bagaimana tidak mulai ditangani oleh  sutradara RZA yang jelas- jelas bukan orang Asia, kemudian aktor yang berperan disini pun bervariasi ada yang dari Hollywood (Russell Crowe, Dave Bautista) sementara perwakilan daratan Asia ( Rick Yune, Lucy Liu, Jamie Chung dan Daniel Wu) dan RZA sendiri yang disini bahkan menjadi pemain utamanya selain menjabat sebagai seorang sutradara dan penulis naskahnya. Perpaduan diatas masih ditambah lagi dengan inputan lagu- lagu rap disela adegan aksi-aksinya. Unik, mungkin kata ini yang pertama kali saya sematkan pada film ini. Tetapi, dengan keunikannya ini 'menarik' saya untuk menontonnya.

Minggu, 06 Januari 2013

Sang Penari

Sutradara: Ifa Isfansyah, 2011


Apa jadinya jika novel trilogi “Ronggeng Dukuh Paruk” tahun 1982 karya Ahmad Tohari mengisahkan perjalanan cinta 2(dua) insan manusia yang terkadang terbentur oleh impian, diterjemahkan ke layar lebar dengan didukung oleh artis papan atas Indonesia. Sepertinya film ini terlihat menjanjikan. Pemeran utama wanita disini sepertinya saya pernah lihat dia sebelumnya  di salah satu TV swasta, dan ternyata benar dia pernah membawakan acara TV “Termehek Mehek”, ya yang saya maksud adalah Prisia Nasution. Selain itu ada aktor dan aktris terkenal yang turut meramaikan film ini mulai dari Oka Antara,  Lukman Sardi, Happy Salma, Tio Pakusadewo,Dewi Irawan hingga Slamet Rahardjo. Bahkan film karya anak bangsa ini telah berhasil meraih “Film Bioskop Terbaik” dalam satu ajang bergengsi perfilman Indonesia, FFI  2011 (Festival Film Indonesia) lalu. Ya, itulah beberapa alasan yang membuat saya di awal bulan Januari 2013 ingin menonton bagaimana kekuatan kisah ini akan bertutur.