Rabu, 25 Juli 2012

Se7en

Director: David Fincher, 1995

  
Dari sekian banyak filmografi yang sudah dihasilkan oleh sutradara David Fincher, sampai saat ini saya baru menonton 7 (tujuh) filmya:  Fight Club, Panic Room, Zodiac, The Curious of Benjamin Button, The Social Network, The Girl With The Dragon Tattoo, dan terakhir adalah Se7en yang baru saya tonton. Alasan pertama mengapa saya menonton salah satu film tergolong jadul ini karena film ini masuk kategori ‘shock ending movie’, selain tentunya ada nama Morgan Freeman disana, ya akhir- akhir ini saya menyukai aktor ini sejak menonton film yang ia bintangi The Shawshank Redemption. Apakah Se7en benar-benar memukau ceritanya?

David Fincher memulai ceritanya dari seorang  Detektif William R. Somerset  dalam masa pensiunnya bekerjasama dengan juniornya Detektif David Mills selama 7 hari, dimana tugas Mills hanya melihat dan mendengar. Kedua detektif ini menyelidiki serangkaian pembunuhan yang berkaitan dengan tujuh dosa yang mematikan, seperti seorang pria gemuk yang terpaksa makan sendiri sampai mati, yang mewakili "Kerakusan". Satu set sidik jari yang ditemukan di lokasi pembunuhan seorang pengacara kaya yang mewakili “Keserakahan”. Pencarian selanjutnya membawa mereka ke sebuah apartemen di mana mereka menemukan seorang pria kurus terikat di tempat tidur- seorang pengedar narkoba dan penganiaya anak sebelum penahanannya- mewakili "Kemalasan".  Sampai disini mereka menemukan petunjuk pada setiap TKP terkait dengan kematian lain, dan percaya bahwa mereka mengejar pembunuh berantai.  Alih-alih mendapatkan si pembunuh, mereka menemukan  korban keempat , seorang pelacur dibunuh oleh seorang pria,mewakili “Nafsu”. Beberapa waktu kemudian, mereka menyelidiki kematian korban kelima yakni seorang model muda yang wajahnya telah dimutilasi, mewakili “Kebanggaan”. Berbekal  catatan perpustakaan, Somerset dan Mills melacak seorang pria bernama John Doe (Kevin Spacey), yang telah sering membaca buku yang terkait dengan dosa yang mematikan.

Hampir separuh waktu saya belum menemukan petunjuk siapa pembunuh berantainya. Namun, inilah yang menjadi kekuatan kisah ini yang bertumpu pada permainan adu otak antara John Doe disatu pihak serta kedua detektif dipihak berlawanan. Tentunya, kesemuanya berlangsung setelah John Doe membunuh para korbannya yang dipilih sesuai dengan dosa- dosa si korban.  Dari sisi dramanya, hubungan antara Mills dengan Tracy –istri Mills pun diberi sedikit bumbu. Mereka berdua saling mencintai satu sama lain, bahkan pernah saat Mills masih bekerja, Tracy menelepon untuk mengecek apakah Mills benar berada di kantornya. 

Harus diakui bahwa penulis skrip, Andrew Kevin Walker mengakhiri kisahnya dengan sangat menyakinkan, tidak ada kesan dicari-cari, tapi kenyataannya bahwa kedua detektif ini selalu datang terlambat, mungkin poin inilah yang sengaja dipakai oleh si penulis cerita. Dengan dimainkan oleh aktor/aktris ternama mulai dari Morgan Freeman sebagai senior detektif yang cara bekerja menyelidiki kasus berdasar logika, dimana sangat bertolak belakang- emosional- dengan si juniornya yang diperankan oleh Brad Pitt. Karakter John Doe si pembunuh serial berdarah dingin sangat cocok dibawakan oleh Kevin Spacey. Akhir kata, Se7en berhasil memukau saya walau (lagi-lagi) bisa dibilang diawal cerita berjalan lambat –sempat membuat saya ngantuk, namun semua terobati di penghujung cerita-sampai mata melek hahaha.





11 komentar:

  1. Kalo mau jujur, bagi yg mengharapkan "twist ending" pastinya agak kecewa dengan ending film ini. Menurut saya lebih pantes disebut "shocking ending"...Tapi untuk ceritanya sendiri memang berjalan menarik. Dan penonton sudah dibuat penasaran sejak menit pertama film berjalan (dengan opening credit yg hebat), dan yah pastinya daftar 7 dosa tsb.

    Permainan cat and mouse nya sendiri berakhir tidak biasa dengan penyerahan diri dr karakter John Doe. Justru sebenarnya dari sinilah permainan yg sesungguhnya dimulai.... Rating:****

    BalasHapus
  2. yap betul, diakhir cerita 2 dosa dari 7 dosa langsung ' digenapi' oleh si pembunuh berantai...:(

    BalasHapus
  3. saya pikir film ini tergolong masterpiece.... buat yang suka thriller mungkin ini film paling cerdas yg pernah ditonton ... sbenernya udah ketebak pasti endingnya gt.. tp bagusnya ni film buat emosi penonton ketahan sampe klimaksnya... endingnya bikin enek+mual+bikin kaki lemes... saya pun ga akan pernah mau nonton film ini lagi (not recommend)... disamping itu film ini bener2 berupaya memberikan pesan moral yang condong ke doktrin ..diluar akting yg brilian dimasing2 peran..... inti sari ceritanya aga BERBAHAYA buat kalian yg pny daya jelajah imajinasi tingkat tinggi dan terlalu mengagumi karakter insane tokoh john doe...karena saya pikir film ini di wilayah abu2 untuk protagonis dan antagonis... penafsiran benar dan salah serta baik dan buruk.. itu ada di pikiran masing2...endingnya memaksakan bahwa semua yg dilakukan john doe ada benarnya .. coba cek di kata2 si soretmen yg terakhir... saya harap ga ada yg terinspirasi dr film ini... hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. malam..wah masih ingat juga jalinan ceritanya sampai unsur kejutan di akhir cerita ini. Btw tks ya udah mampir kasih komentar di blog saya dan kalau bisa log ini dengan nama ya (jangan anonim) supaya saya bisa panggil nama Anda.

      Hapus
  4. Film luar biasa ini, salah satu film thriller terbaik buat saya. David Fincher memang luar biasa, hampir semua film dia udah ditonton dan belum pernah kecewa.

    BalasHapus
  5. Saya baru nonton filmnya tadi malam, yg saya gak habis fikir kenapa Istri Bradpitt di bunuh oleh john doe? Dosa apa yg sudah dia lakukan sehingga harus di bunuh? Disini tinggal Iri Hati dan Marah saja. Pada menit2 sebelum john doe di tembak, dia sempat berkata "iri hati" kepada Bradpitt, dan setelah bradpitt tau istrinya lah yg menjadi korban berikutnya, dia menjadi "Marah". Jadi utk kelima dosa pertama, di lakukan oleh korban, sedangkan 2 dosa terakhir di lakukan oleh pembunuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya memang itu inti dari film ini. Kaget khan. Ehm sori ya buat teman2 yang belum nonton film ini tetapi sudah di-spoiler.
      untuk mas Risky salam kenal dan tengkiu sudah mampir di blog saya yang sdh lama vakum .

      Hapus
  6. film ini udah lama ada di laptop tapi belum pernah saya tonton ...memang bikin suntuk taoi endingnya bikin baper...saya sudah nebak hasilnya namun permainan emoai si john doe luar biasa...ada beberapa hal yg bisa pengaruhi ennding john doe harusnya di tutup mulutnya saat deket mils..sonerset harusnya bersikap tenang agar mils ga panik...lokasi tempat jon foe/mils ke mobil terlalu jauh..terakhir harusnya tembak saja kaki atau bagian non vital dari mils biar hal ini ga terjadi

    BalasHapus
  7. entahlah meski udah tau alur ceritannya, saya masih gagal klimaks. Kesannya John doe terlalu kekanak-kanakan dalam pemikiran saya!
    (sisanya menurut kalian lah haha)

    BalasHapus
  8. Baru selesai nonton filmnya barusan. Mantap alur ceritanya walau lambat di awal dan bikin saya ngantuk, wkwkwkwk. Tapi di pertengahan agak melek dan yang sayang suka openingya itu lho, keren pokoknya

    BalasHapus