Minggu, 18 Mei 2014

Godzilla

Sutradara: Gareth Edwards, 2014

Coba kalian cari di mesin pencari IMDB dengan kata kunci "Godzilla" dan lihatlah puluhan daftar judul tampil baik itu berupa serial televisi, video game dan layar lebar. Di barisan paling atas Rolland Emmerich adalah nama sutradara terakhir yang memvisualkan salah satu kaiju terkenal yang ada di Jepang lewat filmnya berjudul sama, Godzilla (1998). Setelah tahun itu tidak ada tanda- tanda lagi apakah akan ada sekuelnya padahal di menit terakhir ada satu adegan yang 'memancing' penonton bahwa akan ada sekuelnya. Akhirnya tanda yang dinantikan penonton muncul di musim panas 2014 ini tapi bukan dalam bentuk sekuel melainkan dalam bentuk reboot. 

Pada tahun 1999 terjadi 2 (dua) kejadian yang sangat mengejutkan dan masing- masing membawa dampak yang sama buruknya. Kejadian pertama disalah satu dasar tanah negara Filipina yang sangat dalam telah ditemukan semacam kerangka sangat besar tanpa tahu wujud makhluk apa sebesar itu. Kejadian kedua terjadi pada salah satu keluarga Brody ketika dalam tugasnya meninggal dunia akibat kebocoran gas yang disebabkan oleh gempa bumi. Lompat kelima belas tahun kemudian -tepatnya tahun 2014-, salah satu anggota keluarga korban tadi menduga bahwa ada keterkaitan antara kematian keluarganya dengan kejadian di Filipina tersebut dan olehnya disinyalir ada "sesuatu" yang oleh pemerintah sengaja ditutupi.

Entah ini disengaja atau tidak film Godzilla (2014) ternyata diarahkan oleh seorang sutradara yang sebelumnya mengarahkan film yang hampir mirip temanya yakni berjudul Monsters (2010), Gareth Edwards. Dan, ditangannya reboot Godzilla kali ini terlihat perbedaannya dengan apa yang sudah dilakukan oleh Emmerich sebelumnya. Yang sangat terlihat adalah bagaimana sebenarnya sosok tampilan visualisasi seekor Godzilla. Bagi penonton awam terutama diluar warga Jepang tampilan Godzilla ya seperti yang ada di filmnya Emmerich. Tetapi, ini salah salah besar. Perbedaan selanjutnya adalah bagaimana menyajikan karakter/ sifat seekor Godzilla. Ini kesalahan kedua yang sudah dilakukan Emmerich yang akhirnya me-mindset penontonnya bahwa sifat seekor Godzilla ya seperti begitu. Kedua kesalahan ini mungkin dapat dimaklumi dikarenakan kita tahu bahwa Emmerich adalah seorang sutradara yang terkenal dengan sebutannya "master of disaster" jadi ke-tidak originalnya mengadopsi dianggap sebagai Godzilla versi Hollywood.

Kalau begini apakah reboot kali ini bisa dianggap setia pada ke-original-nya?. Ya, jika dilihat dari sisi kesalahan diatas maka apa yang dilakukan oleh Edwards seharusnya seperti ini. Setia. Pertanyaan selanjutnya apakah sebutan "master of disaster" tadi hanya untuk Emmerich saja?. Tidak juga. Kalian malah akan melihat dan menonton aksi spesial efek berlipat kali ganda. Tidak hanya gedung bertingkat, rumah yang hancur porak poranda, kejadian tsunami pun ada disini. Oiya, bagi yang sudah melihat trailer film ini jaga terus sampai kalian menonton sendiri karena ditengah-tengah kalian akan dikejutkan oleh "sesuatu". Dan, adegan pamungkasnya sangat memuaskan penggemar Godzilla sejati. 

      

0 komentar:

Posting Komentar