Sabtu, 10 Desember 2016

Your Name

Sutradara: Makoto Shinkai, 2016


Yang selama ini film animasi yang kita kenal dan tonton hampir kebanyakan produksi keluaran Hollywood. Mulai dari si putri Snow White sampai yang terakhir Moana (The Walt Disney), lalu ada lagi tokoh Po dalam Kungfu Panda (DreamWorks Animation), tokoh boneka laki koboi dalam Toy Story (Pixar Animation Studios). Semuanya ini melekat dan mengambil hati penonton, terutama anak-anak kecil. Lantas bagaimana dengan film animasi diluar Hollywood. Kalau mau diingat lebih dalam. Ada, tapi sedikit saja yang membekas. Masih ingat film Astro Boy. Ini film animasi pertama dari Jepang -yang digambar dengan tangan maupun menggunakan teknologi komputer- yang mencapai kepopuleran dikala itu karangan Ozamu Tezuka, yang kita kenal dengan istilah anime.

Dengan berjalannya waktu dari tahun ke tahun, muncullah satu film anime yang menjadi bahan perbincangan di penghujung tahun ini. Selain dipertimbangkan dalam nominasi Oscar, film ini sudah berhasil meraih penghargaan di nominasi "Best Feature Length Film" pada ajang Sitges International Fantastic Film Festival.  Perjalanan ini dimulai dari seorang gadis SMA bernama Mitsuha yang tinggal disebuah desa kecil di kaki gunung. Kendati ia memiliki pribadi yang cukup jujur namun ia sesungguhnya kurang menyukai adat kuil Shinto yang dianut keluarganya dan terlebih lagi kegiatan politik Ayahnya. Sebagai gadis desa ia pun memimpikan tinggal di kota besar seperti Tokyo. Sedangkan sebaliknya Taki ialah cowok SMA yang tinggal disebuah kota besar Tokyo. Taki pun lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-temannya, bekerja sambilan di restoran Italia dan mengikuti kegiatan yang terkait dengan arsitektur dan seni rupa. Suatu hari keduanya bermimpi saling bertukar tubuh dan menjalani kehidupan lawannya. Padahal keduanya belum pernah bertemu ataupun hanya sekedar mengenal nama.

Hingga 40 menit pertama, kita tidak tahu kemana film ini menuju. Yang kita tahu ini film drama sepasang remaja yang saling menceritakan impiannya masing- masing. Tapi, setelah lewat pertengahan film, sangat mengasyikan untuk melihat bagaimana film ini akan membuka satu per satu sudut pandang dari semua karakternya hingga membentuk sebuah versi cerita yang lengkap. Kisahnya akan kembali dan kembali lagi ke awal, namun dari sudut pandang yang berbeda, namun alur penceritaannya dibuat sedemikian rupa sehingga Your Name tampak seperti sebuah kejadian misterius yang terjadi diantara kedua tokoh utamanya. Hal ini meletakkan unsur fantasy di awal, kemudian berubah menjadi drama romantis diakhir dengan alur yang cukup memberi nuansa baper.

Meski diperankan tanpa manusia asli, film ini nyatanya mampu membangun drama yang kuat. Hal ini terutama didukung oleh kemampuan bercerita yang diterjemahkan oleh sang penulis dalam satu jalinan naskah yang kemudian diarahkan oleh sang sutradara. Hebatnya adalah satu orang yang handal merangkap dua jabatan tersebut, Makoto Shinkai. Sebelum film Your Name, dirinya terkenal dengan sederet film anime dengan menampilkan visualisasi indah memanjakan mata diiringi storyline sederhana namun bisa memainkan perasaan penonton. Buat yang belum tahu, hampir semua film Shinkai punya pattern yang sama: dua karakter cowok dan cewek yang awalnya tidak saling kenal, lalu keduanya akhirnya terhubung lewat pertemuan-pertemuan tidak terduga. Coba tonton 5 Centimeters Per Second (2007), dan yang paling baru, The Garden of Words (2013).

Meskipun beberapa adegan terasa (dan memang) benar- benar hanya akan terjadi di dalam film, ditambah lagi endingnya yang menjawab alasan memakai judul film dibandingkan dengan irama yang ditawarkan sejak awal, film ini masih menarik untuk ditonton. Dengan cepat kita akan mengetahui alasan tokoh Taki (seperti juga kita didunia nyata) jatuh cinta pada Mitsuha. Taki mengundang simpati penonton, dan Mitsuha tampil energik. Sungguh jarang ada film anime yang mampu menawarkan twist sedemikian baik dengan tema percintaan unik. Dan, apalagi yang paling ingin ditanyakan pada seorang anak laki- laki yang sedang mengincar seorang gadis demikian pula sebaliknya. Jika bukan Kimi No Na Wa (Your Name). Karena dari nama lah kita lebih dekat dan dekat lagi.

                     

0 komentar:

Poskan Komentar