Rabu, 14 November 2012

Alien

Director: Ridley Scott, 1979


Jauh- jauh hari bahkan sebelum Hari Idul Fitri tahun ini saya sudah memiliki DVD Quadrilogy Alien. Tetapi, k`rena masih banyak pula koleksi DVD film- film baru yang saya miliki. Alhasil saya lebih cenderung memuat ulasan cerita dari film- film baru, dengan alasan film baru khan masih bau gres- gresnya dan bikin penasaran aja gimana ceritanya. Postingan demi postingan film sudah saya ulas tiba- tiba gak sadar mau akhir tahun dan ternyata masih ada 4 DVD yang  “melambaikan tangan” minta tolong diulas ceritanya. Oke lha didorong “lambaian tangan” tadi, akhirnya Senin, 14 Nopember 2012 saya mulai menonton film ini mulai dari Alien pertama dulu. Sementara Alien 2- 4 moga- moga bisa tertonton semuanya walau ada godaan pingin nonton film yang baru hahaha…

Kisah Alien dimulai dengan satu kapal pengangkut komersil bernama Nostromo dalam perjalanan pulangnya menuju Bumi dengan membawa 20 juta ton mineral bijih besi. Pada menit berikutnya- kurang lebih 4 menitan-penonton hanya/ masih  diperlihatkan bagian dalam kapal ini lorong demi lorong  sampai akhirnya salah satu mesin di kapal ini menyala dan menerima suatu pesan. Sesaat kemudian barulah penonton mengetahui ternyata ada awak kapal, ya total ada 7 (tujuh) awak kapal di dalam Nostromo ini.  Ketujuh awak kapal ini adalah Dallas selaku kapten,  Kane selaku wakil kapten, Lambert selaku navigator, Ripley selaku petugas utama, Ash selaku petugas sains, Brett dan Parker selaku ahli mesin.Semula pesan yang berupa transmisi tadi dipikir adalah pesan yang memberitahukan kalau Bumi yang menjadi tujuan pendaratan mereka akan tiba dan inilah yang membuat mereka terbangun dari “kapsul tidur”nya.  Setelah makan bersama, Dallas memanggil ke- 6 krunya untuk memberitahukan kalau transmisi yang tadi diterima adalah dari sumber yang berasal dari salah satu planet yang tak jauh dari kapal mereka berada. Walau ada perselisihan pendapat sesama kru, akhirnya diputuskan Nostromo  harus mendarat di planet ini dengan alasan menyelidiki lebih lanjut sumber sinyalnya atau siapa yang mengirim sinyal ini. Begitu sampai di planet ini Dallas, Kane dan Lambert memulai tugas lapangannya  sementara yang lainnya tetap berada di dalam kapal, Ash dan Ripley bertugas memonitor perjalanan  ke-3 teman mereka sedangkan Brett dan Parker memperbaiki beberapa mesin yang rusak akibat pendaratan yang kurang mulus.

Dari kejauhan mereka bertiga melihat sebuah pesawat angkasa yang berukuran sangat besar terdampar di planet ini. Setelah masuk ke dalam pesawat, ditemukan beberapa bangkai makhluk asing ( dinamakan alien )berukuran besar, ya dari sini mereka berpikiran bahwa sinyal transmisi yang mereka terima ternyata dikirim dari pesawat asing ini. Kane yang semakin merasa penasaran kenapa atau apa yang menyebabkan alien ini mati sehingga mengirim sinyal transmisi melanjutkan penyelidikannya dengan memasuki area terdalam. Dalam area ini Kane menemukan satu ruangan cukup besar dengan dikelilingi banyak telur. Nasib sial bagi Kane, karena salah satu telur yang dilihat dihadapannya menetas dan mengeluarkan seekor alien kecil yang langsung menerkam dan hinggap di wajah Kane. Dallas dan Lambert yang mengetahui kondisi temannya ini dengan cepat membawa Kane menuju ke Nostromo untuk segera dilakukan usaha penyelamatan. Tetapi, saat mereka bertiga hendak masuk ke dalam Nostromo, oleh Ripley tidak diijinkan/ diperbolehkan masuk kembali dengan alasan akan membahayakan keselamatan ke- 4 kru yang masih di dalam Nostromo. Alasan Ripley ini ada benarnya karena dia mematuhi protokol karantina kapal, namun protokol karantina tersebut tidak berlaku bagi Ash karena dia membuka pintu kapal sehingga ke-3 temannya dapat masuk kembali. Ash yang memang berprofesi sebagai petugas sains menyelidiki jenis makhluk apa yang hinggap di wajah Kane. Ketika berniat melepaskan salah satu cengkraman jari makhluk ini, malah mempertahankan diri dengan cara mengeluarkan semacam cairan yang mampu melelehkan dan menembus besi dalam kapal ini. 'Kehebatan' yang mereka lihat tadi itu belum ada apa-apanya karena apa yang sempat dikhawatirkan oleh Ripley disaksikan oleh mata mereka sendiri yakni bagaimana proses alien ini mulai bertumbuh dengan cara yang sangat mengerikan kemudian berevolusi dengan sangat cepat hingga mampu beradaptasi dengan atmosfir manusia pada umumnya. Kini Ripley dkk berjuang mempertahankan hidup mereka dengan saling bahu- membahu mencari titik lemah dari alien ini sebelum keadaan berbalik, mereka yang menjadi buruan dan dihabisi nyawanya oleh si pendatang asing ini. Keberadaan alien di Nostromo memang suatu ancaman keselamatan hidup kru yang ada, tetapi ada satu ancaman lagi yang sedari awal lebih membahayakan bahkan sebelum kru meninggalkan Bumi. Apakah itu? Ya, mungkin bagi saya ancaman yang satunya ini bisa dikatakan a little bit of twist dalam film Alien ini.

Menonton film Alien memang ada rasa kesenangan tersendiri, jujur walau dalam durasi 2 jam penampakan alien-nya tidak terlalu banyak, tapi saat si alien ini menampakkan diri mulai dech ada rasa takutnya, bagaimana tidak ketika membuka rahangnya dari dalam keluar semacam lidah kaku yang bisa membunuh kru seketika. Diluar keseraman sosok alien, saya berikan acungan jempol buat Ridley Scott -dimana dengan tahun rilis 1979 dimana spesial efeknya belum secanggih sekarang-  berhasil menjadi pionir bagi film- film bertema alien sampai dengan sekarang ini. Oiya, salah satu pesawat asing yang ditemukan Dallas dkk itu sepertinya pesawat yang sama diakhir film Prometheus cmiiw he3x  
             

Sabtu, 10 November 2012

Inception

 Director: Christopher Nolan, 2010


Sebenarnya  film ini sudah pernah saya tonton via DVD sekitar 2 (dua) tahun yang lalu dengan jarak tak jauh saat perilisan filmnya di bioskop. Lalu, pertanyaan yang muncul “kenapa saya menontonnya lagi?”.  Ada 2 (dua) alasan mengapa saya menonton film ini untuk kedua kalinya. Pertama : di awal bulan Nopember saya mendapatkan info dari salah satu teman kantor kalau di Gramedia Book Store cabang Ciputra World Surabaya(bisa dibilang) sedang mengadakan promosi penjualan DVD-nya. Sebelum ke Gramedia, udah ada rasa pesimis karena kecil kemungkinannya DVD ini masih tersedia. Hari Minggu pagi saya langsung kesana, eh ternyata masih ada DVD Inception ini. Alhasil, tanpa menyiakan-yiakan kesempatan saya langsung membeli DVD ini yang semula dibandrol Rp. 145.000 menjadi Rp. 23.900. Dan, alasan keduanya adalah Inception tergolong  film cerdas sehingga  kualitas ceritanya diatas rata-rata, walau banyak penonton termasuk saya sendiri membutuhkan konsentrasi ekstra saat menontonnya, karena kelewat sedikit saja hampir dipastikan tidak akan bisa memahami cerita selanjutnya. Ok, berikut saya ulas bagaimana Inception bermula…

Sebelum mengulas cerita ini lebih lanjut, ada salah satu istilah penting dalam film Inception ini yaitu Extraction dan Inception.  Exctraction yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan ekstrasi adalah suatu keadaan dimana seseorang (=pelaku)memasuki pikiran orang lain (=korban)melalui mimpi (alam bawah sadar) untuk keludian mengambil atau mencuri ide/ informasi yang dimiliki oleh orang/korban tersebut.  Kebalikannya adalah Inception ini yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan insepsi adalah suatu keadaan dimana seseorang (=pelaku) menanamkan idenya  ke orang lain (=korban)dan menyakinkan kalau dia sendiri (=korban) yang memiliki ide tersebut.Adalah Dom Cobb seorang ekstrator handal dibidang ekstrasi, yang dalam pekerjaannya selalu dibantu oleh teman kerjanya,Arthur. Salah satu klien yang mencoba membuktikan kehandalan Cobb adalah Saito, seorang pemilik perusahaan. Tak lama berselang, Saito menawarkan satu kesepakatan timbal balik. Cobb diharuskan melakukan insepsi ke Robert Fischer Jr, dimana melalui alam bawah sadarnya Fischer secara pribadi- tanpa adanya paksaan dari pihak luar-mempunyai ide bahwa perusahaan yang sudah bertahun-tahun dijalankan oleh ayahnya tidak akan dijalankan lagi olehnya dengan kata lain Fischer harus menutup perusahaan ayahnya. Ini dilakukan Saito karena perusahaan yang dimiliki oleh ayah Fischer adalah satu-satunya lawan tangguh bagi perusahaan Saito, sehingga jika insepsi ini berhasil maka perusahaan Saito tidak akan ada saingannya.Dan, sebagai imbalannya, Saito menjanjikan akan membawa Cobb bertemu kembali dengan kedua anaknya. Semula tawaran kerjasama ini diragukan oleh Arthur, namun tidak bagi Cobb mengingat imbalan tadi yang akan diterimanya. Jika selama ini tugas Cobb dalam ekstrasi hanya dibantu Arthur, maka khusus untuk tugas insepsinya Cobb memerlukan sebuah tim solid demi keberhasilam misi yang diperintahkan Saito. Tim ini terdiri dari Ariadne yang memiliki kemampuan dalam hal arsitektur sehingga ditugaskan membentuk bangunan alam mimpi, kemudian anggota berikutnya adalah Eames yang memiliki kemampuan menirukan karakter orang lain, dan yang terakhir adalah Yusuf yang memiliki kemampuan mengolah bahan kimia/obat-abatan. Misi segera dimulai…

Setelah berhasil mengumpulan timnya, Cobb dkk mulai menyusun strategi kapan dan bagaimana cara menanamkan ide mengingat pekerjaan ini tidaklah semudah mengambil atau mencuri ide pikiran dari si korban/target ditambah lagi kemanapun Fischer melangkah pasti ada pengawal disampingnya. Dari informasi yang diperoleh Saito, Fischer akan melakukan perjalanan melalui pesawat terbang pribadinya selama 10 jam. Ya, inilah saat yang sangat tepat bagi mereka dalam melakukan misinya. Untuk memastikan keberhasilan tugas yang dijalankan oleh Cobb dkk maka Saito pun ikut terlibat dalam misi ini. Jadi total ada 7 (tujuh) orang yang terlibat di dalam Inception. Oiya selain membutuhkan tambahan personil, insepsi ini sendiri memakan waktu yang cukup lama yakni hampir tahunan, sehingga dapat membahayakan keselamatan orang yang terlibat didalamnya. Oleh karena itu, dipakailah sebuah trik yang diberi istilah kick/tendangan, bisa berupa irama musik yang mana fungsinya hampir seperti alarm. Setelah sudah berhasil masuk ke dalam pesawat pribadi milik Fisher, dimulailah insepsi dengan terlebih dahulu membius Fischer melalui minuman. Ternyata rencana yang sudah mereka 'bangun' sedemikian 'cantiknya' mengalami banyak rintangan. Karena dalam mimpi alam bawah sadarnya Fischer juga 'membawa' orang-orang yang selalu didekatnya. Rintangan ini makin bertambah rumit ketika Mal,istri Cobb yang sudah lama meninggal,selalu hadir dan menghantui Cobb dalam menjalankan insepsi. Lalu, yang menjadi pertanyaan berhasilkah misi Cobb dkk? Apa yang menjadi penyebab utama Cobb tidak bisa menemui kedua anaknya? Apakah insepsi yang dilakukan oleh Cobb adalah untuk pertama kalinya? Mengapa Mal bisa hadir di alam bawah sadarnya Cobb?. Apa itu istilah totem, paradoks, limbo yang sering dikatakan oleh karakter di film ini? Semua pertanyaan tadi akan terjawab satu demi satu hingga akhir film.

Jujur, saat pertama kali saya menonton film Inception tidak ada kesan spesial sama sekali di pikiran saya- dalam hal ini dari segi sudut pandang kualitas ceritanya...just go away. Namun, saat saya menonton untuk kedua kalinya saya benar- benar merasakan sesuatu yang sangat spesial. Apa penyebabnya? Ya, seperti yang sudah saya sebutkan di paragraph pertama kalau menonton film Inception ini membutuhkan konsentrasi ekstra mengingat ada 3 (tiga) level mimpi dalam misi insepsi ditambah satu limbo. Jadi kalau konsentrasi menonton sedikit longgar maka hampir dipastikan akan bingung ke mana arah jalan cerita selanjutnya. Dan, acungan jempol buat Christopher Nolan yang sangat sangat berhasil membuat film ini begitu cerdasnya seperti menata alur cerita sedemikian rapinya, kemudian karakter yang bermain di dalamnya begitu tepat/ semua bermain sesuai porsinya masing- masing. Oiya, di film ini saya baru tahu kalau ada Tom Hardy juga di film ini jauh sebelum ia se-terkenal sekarang, ya dia terakhir bermain di film karya Nolan juga sebagai Bane di film The Dark Knight Rises. Sebagai kata penutup, di akhir cerita Inception apakah Cobb sudah kembali ke dunia nyata atau masih bermimpi? Coba tonton film ini pasti tahu jawabannya ;)     


Sabtu, 03 November 2012

Skyfall



Director: Sam Mendes, 2012



50 tahun sudah usia karakter James Bond yang notabene diangkat berdasarkan novel fiksi hasil ciptaan penulis Inggris Ian Fleming menghiasi layar lebar. Siapa saja aktor yang memerankan karakter Bond ini? Saya mencoba mengurutkan dari yang terbanyak, dimulai dari aktor Roger Moore sebanyak 7 kali ( Live and Let Die, The Man With The Golden Gun, The Spy Who Loved Me, Moonraker, For Your Eyes Only, Octopussy, A View To A Kill ) disusul Sean Connery dengan total sebanyak 6 kali ( Dr. No, From Russia With Love, Goldfinger, Thunderball, You Only Live Twice, Diamonds Are Forever), berikutnya Pierce Brosnan sebanyak 4 kali ( Golden Eye, Tomorrow Never Dies, The Worls Is Not Enough, Die Another Day ), Daniel Craig ( Casino Royale, Quantum of Solace, Skyfall ), Timothy Dalton ( The Living Daylights, Licence To Kill ) dan terakhir George Lazenby hanya kebagian satu kali di filmnya On Her Majesty’s Secret Service. Sekedar informasi untuk aktor Daniel Craig kemungkinan akan dikontrak untuk kembali memerankan James Bond setidaknya 2(dua) kali lagi,jadi porsinya bisa bertambah nich hahahha. Bagi saya pribadi mulai mengenal karakter James Bond di film The World Is Not Enough, akting Pierce Brosnan sebagai Bond saya akui cocok macho, flamboyan plus playboy-nya nancap abis. Ketika peran Bond berganti ke tangan Daniel Craig saya meragukan bagaimana film Bond selanutnya dikarenakan Daniel Craig waktu itu belum se-terkenal sekarang, filmografinya pun belum ada yang bagus pula. But, film pertama baginya di Casino Royale membungkam semua komentar negatif tentangnya. Now, please welcome Skyfall… 

Tanpa basa basi Skyfall di menit pertamanya  langsung memperkenalkan  wajah Bond dibalik bayangan remang- remang di dalam suatu ruangan dengan memegang pistol-Wooh waktu adegan ini saya kira itu gaya ikonik Bond, you know it yang biasanya disusul iringan theme song-nya, eh ternyata bukan-,alhasil didalam ruangan ini Bond menemukan sesama agen lapangan, Ronson tertembak. Alih alih menolong Ronson, Bond diinstruksika oleh M untuk secepatnya mengejar seorang teroris yang berhasil mencuri data file berisi nama-nama agen rahasia Inggris yang sedang menyamar diseluruh dunia. Diluar, Eve yang juga partner Bond terlibat kejar-kejaran dengan si teroris tadi sebelum menghilang dan berhasil kabur membawa data ini. Kemudian, adegan aksi nekat Bond pun dimulai dari aksinya mengendarai sepeda motor di atap rumah, berkelahi diatas rel kereta api sampai menjebol  atap kereta api ini dengan ekskavator. Sayang, kai ini misinya harus berakhir di Turki, Istanbul. Peristiwa ini membuat otoritas dan posisi M dipertanyakan oleh ketua baru dari Intelligent and Security Committee, Gareth Mallory. Hasil perbincangan mereka berdua adalah M harus segera mengundurkan diri dari tugas dan jabatannya.  Tunggu dulu, namanya juga lakonan…Bond ternyata masih hidup disuatu pulau dengan seorang cewek local disana. Ketenangannya terusik ketika melihat dan mendengar kantor pusat MI6-yang juga merupakan tempat Bond bekerja- dihancurkan oleh bom sehingga memaksa seluruh departemen berpindah markas. Ya, Bond kini kembali ke London menemui M. Sebelum mengemban tugasnya menjadi agen rahasia Bond harus melewati berbagai test kesehatan dan keahlian spesialnya. 

Hasilnya? Bond diperbolehkan kembali menjadi agen 007 meski sempat beradu argumentasi dengan Gareth Mallory , dengan alasan ‘toh kamu (Bond)sudah hidup tenang disuatu tempat terpencil, sekarang buat apa susah-susah kembali menjadi agen rahasia’. Karena kedudukan M masih diakui maka Bond melanjutkan misinya yang sempat “tertunda”.  Patrice, nama teroris yang waktu itu duel di kereta api diberitakan akan mengujungi kota Shanghai. Pengintaiannya berhenti disalah satu hotel, ternyata Patrice bukanlah tamu hotel karena menembak semua petugas keamanan hotel ini, bahkan di ketinggian tertentu Patrice dari kejauhan  menembak seorang pria yang berada di gedung  lain. Informasi yang diinginkan olehnya yakni dengan siapa ia bekerja, tidak membuahkan hasil karena Patrice meninggal tapi berbekal sebuah benda yang bertuliskan Macau, Bond mencari tahu lebih dalam lagi. Dan, yang sudah ditunggu tunggu penonton-sebelum Bond menemukan siapa dalang dibalik pengambilan data dan penghancuran gedung MI6- perkenalkan inilah gadis pemikat Bond di Skyall, Severine. Lalu, dengan sikap gentleman-nya Bond meminta Severine untuk menemui pimpinannya. Keesokkan paginya, Bond beserta Severine dan anak buahnya dibawa ke lokasi dimana seseorang ini juga ingin menemui Bond. Ya, belakangan diketahui bahwa dalang dari seluruh terror yang mengguncang London adalah Silva. Siapakah sebenarnya Silva dan apa tujuan dari terror yang dilakukannya? Apa itu Skyfall yang menjadi judul James Bond ke-23 ini? Yang pasti perjuangan Bond melawan Silva tidak semudah yang dibayangkannya, menguras tenaga bahkan emosi.

Excellent.. ya satu kata ini yang bisa saya komentari dari Skyfall. Betapa tidak pemilihan kembali Daniel Craig sebagai James Bond untuk ketiga kalinya benar- benar tepat, meski pada peran filmnya yang kedua Quantum Of Solace kurang menggena bagi saya. Di Skyfall Daniel Craig sukses membawa peran James Bond karena penonton bisa merasakan emosinya dan lebih manusiawi, begitu rapuh dan rentan namun kembali kuat disaat harus menjaga ‘keluarganya’ alias tidak hanya sekedar jago dar der dor dan playboy doank. Kembali  ke soal Quantum of Solace, memang diakui memiliki kelebihan disisi tempo alur cepatnya ditambah banyak adegan aksi mulai dari awal hingga akhir cerita..but just go away for me. Lain halnya, di Skyfall  begitu teraturnya dalam menata alur ceritanya termasuk memperkenalkan satu per satu karakter yang berperan, kapan harus  pelan (sisi drama) kapan harus cepat ( sisi aksi), dan untuk ini kredit patut diberikan kepada Sam Mendes sebagai sutradaranya.  Kelebihan lainnya, Skyfall  yang menandai 50 tahun perjalanan franchise spionase legendaris ini kembali memunculkan karakter tokoh Q. Sebagai penutup, sampai tulisan ini saya tulis Skyfall adalah film terbaik tahun 2012 setelah The Dark Knight Rises. 

Jumat, 02 November 2012

247°F

Director: Levan Bakhia and Beqa Jguburia; 2011



Dari beberapa artikel yang saya baca via media internet perihal mandi sauna, disana dikatakan mandi sauna merupakan salah  satu cara yang dilakukan manusia untuk mengusahakan kesehatan. Karena, dipercaya mandi sauna memiliki manfaat seperti menyembuhkan penyakit pada otot, merangsang peredaran darah, dan juga membersihkan kulit. Mandi sauna ini biasanya dilakukan pada ruangan yang terbuat dari kayu pinus dan dibuat seperti tungku dan hanya memerlukan waktu 10-15 menit saja untuk mendapatkan hasil maksimal. Untuk lebih detil perihal mandi sauna ini baik itu kelebihan dan kekurangannya teman- teman tinggal klik disini . Yang menjadi pertanyaan bagaimana jika  lokasi sauna ini dibuat menjadi benang merahnya yang bersegmen horror- thriller?. Sepengetahuan saya memang ada dibeberapa film menampilkan adegan mandi sauna tapi biasanya di genre olahraga atau drama dan itupun hanya secuil dari film itu sendiri. Ide baru inilah yang coba dikembangkan dan diwujudkan ke layar lebar oleh Levan Bakhia bersama Lloyd S. Wagner sebagai penulis cerita film ini. Hasilnya?

Baaamm suara hantaman mobil…perlahan demi perlahan kamera mendekati arah mobil yang sudah  ringsek ini. Selama kurang lebih 2 menit adegan memperlihatkan kejadian sebelum terjadinya kecelakaan mobil ini. Adalah Jamie dan Jenna, sepasang kekasih yang sedang bahagia- bahagianya. Didalam mobil mereka sedang membahas bahagianya mereka setelah berhasil mempertemukan kedua orang tua mereka dalam suatu acara makan malam. Bahkan rencana masa depan sudah ada dipikiran Jenna, pernikahan. Sayang, mereka berdua tidak sampai mengalami keadaansebegitu indahnya. Jamie meninggal dunia dalam kecelakaan mobil. Kemudian, selama masa 3(tiga) tahun Jenna melewati hari- harinya seorang diri. Melihat keadaan seperti ini Renee mengajak Jenna berlibur ke suatu tempat bersama dua orang cowok temannya, Ian dan Michael. Tempat yang dituju mereka berempat adalah suatu kabin dekat danau. Kabin ini dimiliki oleh Wade, pria paruh baya yang merupakan paman dari Ian. Dalam setiap tahunnya, Wade menyewakan kabin ini bagi para pengujung yang biasanya datang saat perayaan May Day atau festival pangan. Dan, memang tujuan mereka berempat ke tempat ini adalah juga menyaksikan acara festival pangan ini. Kunjungan mereka langsung disambut baik oleh Wade dengan saling bersulang minuman selamat datang. Tetapi, tidak bagi Jenna karena dirinya masih ada rasa ketidaknyamanan. Malam pun tiba, Wade bersama keempat remaja ini menikmati acara makan malam bersama. Selesai makan malam, Jenna keluar dari kabin dan diikuti oleh Renee. Rasa ketidaknyamanan yang tadi dialami oleh Jenna  terlihat jelas dari raut wajahnya. Terbuti, Renee sempat bertanya kepada Jenna apakah dirinya menikmati liburan ini. Dengan berat hati, Jenna pun menjawab menikmati liburan ini. Tak jauh dari tempat mereka berdua ngobrol, Wade pun berkata “nikmati liburanmu dengan berpesta dan bersenang-senang”. Jenna dan Renee kembali  menuju ke kabin tersebut.

Sebenarnya tujuan mereka berempat untuk menyaksikan festival pangan dengan gemerlap warna warni kembang api berjalan  sesuai rencana. Ya, rencana sedikit berubah. Michael menemukan di kabin ini ternyata memiliki ruangan sauna didalamnya. Tercetuslah ide Michael bersauna bersama-sama. Ide ini langsung ditolak oleh Jenna karena mereka harus segera datang ke acara festival pangan. Karena Ian dan Renee menyetujui ide Michael, maka mau tak mau Jenna pun menyetujuinya. Sembari menunggu ketiga temannya Michael mendahuluinya masuk ke dalam ruangan sauna yang kemudian disusul oleh Ian dan Renee. Jenna masih diluar ruangan sauna karena masih ada keragu-raguan.  Akhirnya, Jenna masuk juga ke dalam ruangan sauna ini. Ian pun bercerita kalau ruangan sauna ini dibuat oleh Wade dengan sedikit renovasi disana- sini hingga menyerupai sauna Eropa. Obrolan mereka berhenti sejenak karena suhu didalam ruangan sangat panas, ya sekitar 184 ̊F. Sebanyak 2 dua kali mereka berempat bolak balik dari sauna ke danau untuk menormalkan suhu tubuh. Untuk kali ketiganya hendak masuk kembali ke ruangan sauna, Michael menarik Renee untuk membiarkan mereka berdua, Ian dan jenna di dalam ruangan sauna dengan harapan lebih mengakrabkan diri satu sama lain. Oiya, disini Michael dan Renee memang sepasang kekasih yang punya tujuan mencarikan pacar buat Jenna. Renee menolak ide ini, dan kembali masuk ke ruangan sauna tetapi Michael tidak masuk kembali karena jengkel idenya ditolak dalam keadaan setengah mabuk. Didalam Renee juga merasa jengkel atas sikap Michael yang akhir- akhir ini sering mabuk-mabukan.  Merasa curhatnya tidak diterima oleh Ian dan Jenna, Renee berniat untuk keluar dari sauna ini. Dan, film inipun memulai kisahnya… pintu sauna ini -yang tidak mempunyai kunci- tertutup dari luar oleh sesuatu. Pertama-tama mereka bertiga mengira Michael-lah yang menutup pintu ini dari luar. Tetapi, menit demi menit berikutnya Michale tak kunjung datang sementara dilain pihak Wade sudah meninggalkan kabin ini dan belum tentu kapan akan kembali ke kabin mengingat Wade mengetahui kalau kunjungan mereka disini untuk bersenang-senang. Berhasilkah Ian, Jenna dan Renee keluar dari ruangan sauna yang semakin meningkat suhunya akibat uap panas yang dihasilkan dari tungku? Lalu, siapa pelaku sebenarnya?.
 
Sebenarnya film ini menawarkan tingkat intensitas ketegangan yang tinggi. Terbukti, saya masih enjoy menontonnya yang dari awal memperkenalkan masing- masing karakternya kemudian acara bersenang-senang dimulai hingga menuju puncaknya bagaimana mereka bertiga berusaha keluar dari tempat mematikan ini yang makin lama makin panas sembari menebak siapa pelakunya. Tetapi, ke-enjoy-an saya tadi langsung menurun karena kisahnya diakhiri/ditutup seperti itu. Oke, kalau begini saya masih menyimpulkan kalau film Buried belum ada yang mengalahkannya.